![]() |
Toko Nol Sampah. dok: Zero Waste Adventure |
DARI balik genting kaca, sinar matahari masuk dengan lembut menyinari Toko Nol Sampah siang itu. Pendar cahayanya menghangatkan ruangan kecil yang didominasi furnitur berwarna coklat itu, dimana Aku sedang asyik merapikan salah satu dari tiga rak yang ada di sana.
Tak lama seorang ibu paruh baya masuk ke dalam toko. Ku sambut dengan hangat, dan kami pun berbincang banyak hal sembari ia melihat-lihat isi rak dan memilih-milih produk yang ingin dibelinya. Sejumlah wadah kosong dikeluarkan dari dalam tasnya, yang kemudian aku isi dengan bumbu-bumbu dapur, dan camilan yang ia pilih dari rak.
Selesai ia berbelanja, tepat sebelum pulang ia tertarik pada satu toples berisi kue kering. Home made oat cookies yang satu kepingnya berukuran cukup besar. "eh aku mau coba beli kuenya satu dong." katanya, sembari mencari wadah kosong lain dari dalam tasnya.