Sunday, July 22, 2018

Cara Ampuh Menghindari Minyak Jelantah


sumber foto

SUATU hari, mamah mertua di dapur rumah saya mencari-cari wadah untuk menampung minyak dari makanan yang baru saja digoreng. Saya bilang, bebas saja pakai wadah yang mana pun, soalnya saya gak punya wadah khusus untuk minyak bekas, karena gak ingin ada jalantah.

Kalau disediakan wadah untuk menampung minyak bekas menggoreng, pasti saja akan ada jalantah. "Suka bingung soalnya nanti jelantahnya dikemanain mah," kata saya.

"Ih, mamah mah gak pernah ada jalantah kalau masak," kata mamah. Saya tercengang.


Minyak jelantah adalah limbah rumah tangga yang paling membingungkan. Dibuang salah, dipakai lagi juga tak sudi.

Minyak bekas ini mengandung karsinogenik, yaitu zat yang dapat memicu kanker. Kalau memakainya lagi saja kita sudah tak sudi, betapa tega kalau kita membuangnya ke saluran pembuangan air, atau dibuang dalam botol/plastik lalu disimpan di tong sampah bersama sampah lainnya. Sungguh terlalu kau Marisol.

Lalu, bagaimana cara menghindari limbah minyak jalantah? Berikut cara ampuh menghindari minyak jelantah, berdasarkan pengalaman pribadi dan juga mencuri tips dari mamah mertua :


1. Beli minyak kemasan jeriken

Yang ini sebenarnya trik untuk menghindari produksi sampah plastik kemasan minyak goreng. Kalau biasanya beli minyak ukuran 1 atau 2 liter yang dikemas plastik, mulailah beralih ke minyak ukuran 5 liter yang dikemas jeriken.

Dengan kemasan jeriken, tidak ada sampah kemasan minyak. Jeriken bisa dimanfaatkan setelah minyak habis, atau dijual ke tukang loak. Secara harga, sebenarnya sama saja dengan akumulasi total 5 liter minyak, atau bahkan bisa lebih murah.


2. Hindari Deep Fried, biasakan Pan Fried

Ini kunci utama untuk menghindari minyak jalantah. Hindari deep fried, atau menggoreng dengan minyak banyak/hingga makanan terendam.

Secara prinsip zero waste, menghindari deep fried artinya tidak akan ada minyak yang terbuang. Secara kesehatan, menghindari deep fried artinya kalian akan mendapatkan makanan yang lebih sehat.

Mulailah beralih dan membiasakan pan fried. Secara harfiah, pan fried berarti menggoreng dengan menggunakan frying pan/teflon. Pan fried adalah teknik menggoreng dengan menggunakan sedikit minyak, sekitar 1/2- 1 sendok makan saja, atau disesuaikan kebutuhan.

Fungsi minyak dalam pan fried hanya untuk sedikit melumas permukaan teflon saja, bukan untuk merendam makanan yang digoreng. Jadi makanan sebenarnya seperti dipanggang, tapi menggunakan teflon.

Semua makanan bisa di-Pan Fried. Tempe, tahu, gorengan, bahkan hingga ikan dan ayam. Resep-resep makanan pan fried mungkin bisa di googling ya.

Tapi yang pasti, kita sama sekali tidak akan rugi jika mulai menghentikan kebiasaan deep fried. Apalagi, deep fried memang tidak baik untuk kesehatan.

Mengutip dari Doctor NDTV, deep frying akan mengoksidasi minyak dan menghasilkan produksi lemak trans (Trans Fat). Lemak trans disebut sebagai lemak terburuk untuk dikonsumsi.

Menggoreng makanan apapun dengan minyak yang banyak hingga terendam, tidak hanya membuat makanan terendam dalam minyak yang teroksidasi. Lebih dari itu, juga mengubah kandungan protein dalam makanan akibat suhu yang tinggi.

Keuntungan lainnya, menghindari deep fried dan membiasakan pan fried juga membuat stok minyak lebih awet. Minyak ukuran jeriken 5 liter bisa awet hingga berbulan-bulan. Saat menulis artikel ini, minyak goreng ukuran jeriken 5 liter saya masih tersisa 3/4 nya setelah 2,5 bulan pemakaian.

sumber foto


3. Perencanaan menu masak + Gunakan minyak sampai habis

Jika terpaksa harus memasak deep fried, usahakan penggunaan minyak jangan terlalu berlimpah.

Pastikan minyak digunakan sampai habis. Caranya, setelah menggoreng deep fried, minyak sisanya diutamakan untuk dipakai pada saat masak-masak selanjutnya. Tapi jangan untuk memasak deep fried lagi, supaya kualitas minyak tidak terlalu jelek.

Misalnya pakai untuk menumis bumbu, goreng telur atau pan fried makanan lainnya. Pokoknya memasak apapun gunakan dulu minyak sisa deep fried pertama itu.

Selain itu, agar minyak sisa habis, bisa digunakan untuk menggoreng makanan yang menyerap minyak. Misalnya kerupuk mentahan. Menggoreng kerupuk pasti akan membuat minyak habis, Meskipun tetap perlu diingat bahwa ini tidak sehat.

Selama minyak bekas deep fried pertama itu belum habis, mungkin beberapa hari, pastikan juga jangan memasak menu deep fried lainnya.

Jadi, perencanaan menu masak juga sangat penting. Jangan sampai hampir setiap hari menunya deep fried, sehingga membuat stok minyak bekas bertambah. Karena itu, perencanaan menu makanan untuk dimasak sangat penting, agar kita bisa mengatur menu yang tidak banyak membutuhkan penggunaan minyak goreng.

4. Mulai beralih ke minyak sehat

Setelah bisa mengontrol pemakaian minyak, secara perlahan akan mendorong kita untuk mulai memikirkan manfaat minyak goreng untuk kesehatan. Mengutip dari buku Eating Clean, minyak kelapa sawit adalah salah satu dari lemak jahat yang berbahaya untuk kesehatan. Salah satunya adalah memicu kanker.

Menghindari potensi buruk untuk kesehatan, bisa beralih dengan menggunakan minyak sehat, atau lemak sehat. Salah satunya adalah minyak kelapa (coconut cooking oil, atau virgin coconut oil). Minyak ini rendak kandungan lemak jahatnya, meskipun secara harga relatif lebih tinggi dibandingkan minyak kelapa sawit.

Meskipun lebih sehat, tetap gunakan prinsip sebelumnya yakni tidak terlalu banyak menggunakan minyak. Selain itu,utamakan membeli produk minyak lokal, ataupun bisa membuat sendiri minyak kelapa.

Selain minyak kelapa atau coconut cooking oil, minyak sehat lainnya misalnya minyak zaitun, dan butter.

5. Kalau terlanjur ada jelantah...

Kalau sudah terlanjur ada jelantah di rumah, usahakan cari pengepul terdekat dari tempat tinggal atau di kota setempat. Pastikan pengepul minyak jelantah, bukan pengepul yang akan menjual kembali minyak untuk dikonsumsi (dipakai kembali sebagai minyak goreng). Tapi cari pengepul yang akan mengolah minyak untuk didaur ulang sebagai produk lain seperti biodesel, hingga sabun.

Kalau tidak menemukan pengepul seperti ini di daerah Anda, pastikan mulai saat ini kurangi konsumsi minyak goreng. Jangan lagi ada jelantah di antara kita. Demi kesehatan, dan lingkungan.***

No comments:

Post a Comment