Thursday, June 5, 2014

Blender Bekas vs Satria Baja Hitam

Happy world environment Day!
Selamat hari lingkungan hidup seduniaaa..

5 Juni ditetapkan sebagai hari lingkungan hidup sedunia oleh PBB pada 1972 lalu. Tepatnya pada saat membuka Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm. Kenapa harus ada peringatan ini? PBB berharap dengan ada peringatan ini setiap tahunnya bisa lebih meningkatkan kesadaran global tentang lingkungan.

Jadi, di tanggal 5 Juni 2014 ini sudah sejauh mana kesadaran kita akan lingkungan? Karena memperingati bukan sekedar mengucapkan "Happy bla bla bla" aja loh, tapi cobalah refleksi diri udah ngapain aja sih buat lingkungan ini agar tetap lestari.

Gak perlu muluk-muluk ingin menyelesaikan permasalahan global yang ada seputar lingkungan. Seperti sebuah mural yang pernah saya baca di salah satu sudut tembok jembatan layang Pasupati, Bandung tertulis "Global Problem, Local Solution".


yap, lets save the environment through local solution. Permasalahan lingkungan memang permasalahan dunia saat ini. Tapi kita gak perlu cape-cape mikirin dunia. Lihat aja diri sendiri, apa kita sudah berbuat baik untuk lingkungan? Lihat lingkungan terdekat kita, lihat di rumah sendiri, permasalahan lingkungan apa yang ada disitu dan bisa kita selesaikan dengan mudah.

Satu hal solusi kecil yang bisa kita lakukan untuk kebaikan lingkungan adalah : Mengkompos. Yap, kompos sendiri sampah dapur / organik di rumah kita, dan itu akan mengurangi 50 persen sampah yang biasa kita buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Gak percaya? silahkan mencoba di rumah. Mengkompos itu menyenangkan loh, apalagi untuk kalian yang suka berkebun. Udah pernah saya jelaskan di tulisan sebelumnya gimana caranya membuat komposter sederhana.

Selain menyenangkan, juga membuat rumah lebih bersih. Kalian ga akan lihat ada lalat di tong sampah di depan rumah lagi. Ih aslinya! dan juga lebih meringankan pekerjaan petugas sampah loh..

Saat ini, selain mengkompos sampah dapur, saya pribadi lagi seneng mengkompos yang lain. Pertengahan bulan lalu, saya dan suami baru pindah tempat tinggal dari kawasan Buah Batu, Bandung ke Pajajaran, masih di Bandung juga.

Di depan rumah, sepanjang jalan berderet pohon Mahoni besar yang bikin jalan jadi adem dan sejuk. Saking strategisnya, di daerah ini juga lagi dibangun sebuah apartemen (ahhh,, apartemen lagi).

Nah pohon-pohon besar ini, rajin banget meranggas. Hampir setiap hari ada daun-daun jatuh dan bertumpuk makin banyak setiap harinya kalau tidak disapu dan dibersihkan. Jadi, warga disini punya tambahan beban sampah selain sampah rumah tangga. Yaitu sampah-sampah daun kering yang mereka masukkan dalam kantong plastik besar ataupun karung. Terkadang mereka bakar itu daun-daun kering.

Apa kalian juga melakukan hal yang sama, kalau kalian tinggal di daerah yang banyak berjatuhan daun kering? sayang ya, padahal daun kering itu bukan sampah plastik loh.. :)

Daun kering itu kompos alami yang sangat bagus buat tanaman (apalagi memang berasal dari tanaman). Kalian yang suka naik gunung pasti suka melihat tumpukan daun kering di hutan kan? apakah daun-daun kering itu bertumpuk bertambah tinggi? tentu tidak.. kenapa? karena daun kering itu diurai oleh bakteri dan binatang kecil lain yang ada di tanah..

masalahnya di kota, daun jatuh ngga ke tanah. tapi ke atas aspal, atau trotoar, hingga selokan. Kita jadi merasa daun kering itu masalah,, padahal kita sendiri yang bikin masalah dengan aspal, trotoar dan selokan itu kan?

singkat cerita, saya sekarang lagi mencoba mengkompos daun-daun kering yang ada di depan rumah. well, belum mampu untuk bisa menghandle semua daun yang ada di sepanjang jalan depan rumah. Tapi setidaknya daun-daun yang ada di depan rumah kami ngga pergi lagi ke TPA.

Mengkompos daun kering ini sangat mudah loh, berikut caranya :
1. kumpulkan daun-daun kering masukan ke dalam wadah. Bisa kotak kayu yang besar, pot ukuran besar, karung, atau wadah lainnya yang kalian punya.

2. Daun-daun kering dipotong jadi ukuran kecil. Biar mudah, saya menggunakan blender bekas tak terpakai, tapi masih berfungsi. Daun kering ini harus dicacah jadi ukuran kecil, supaya mempermudah pengkomposan. dan juga menghemat tempat. Satu karung besar daun kering ketika dicacah hanya membutuhkan wadah seukuran ember sedang loh.

3. Daun kering yang udah dicacah, lalu dikasih cairan EM4. bisa dibeli di toko-toko berkebun atau toko tanaman gitu. Cairan EM4 itu sebenrnya adalah mikroorganisme hidup yang membantu proses pengomposan.

4. Kalau udah dicampur EM4, wadah tinggal ditutup dan ditunggu deh beberapa hari sampe warna daun kering itu jadi pada kehitaman. itu tandanya udah jadi kompos dan bisa dipakai,, untuk berkebun sendiri di rumah..Asyik kan? Selamat mencoba yaaa..

Gak perlu bermimpi pengen jadi satria baja hitam untuk selamatkan dunia.
Dengan blender bekas, kita bisa mengkompos dan menyelamatkan duniaa !!!

Salam,





No comments:

Post a Comment