Saturday, October 10, 2026

Galaksi, Kebahagian Kecil dan Harapan untuk Kalimantan

Galaksi. Dokumemtasi: BOS Foundation

Benar adanya, kebahagiaan bisa datang dari hal-hal yang justru bukan, atau tak akan pernah, menjadi milik kita.

Kita bisa merasa dekat dengan laut tanpa perlu memiliki sepetak pantai. Kita bisa mencintai gunung tanpa perlu memiliki puncaknya. Dan ternyata, kita juga bisa menyayangi seekor orangutan yang belum pernah kita temui, yang hidup jauh dari rumah kita, di antara pepohonan yang mungkin tak akan pernah kita sambangi.

September lalu, saya baru saja mengadopsi seekor orangutan bernama Galaksi. Namanya terdengar begitu luas untuk seekor makhluk kecil yang dulunya datang dalam keadaan begitu rapuh.

Pada malam 9 Agustus 2021, Galaksi tiba di Samboja Lestari Orangutan Rehabilitation Centre, Kalimantan Timur. Ia ditemukan sendirian di kawasan hutan dekat jalan di Bengalon, Kutai Timur. Usianya diperkirakan baru tujuh bulan. Berat tubuhnya saat itu hanya 2,4 kilogram.

Saya membayangkan malam itu, Galaksi sendirian terpisah dari kehidupannya yang semestinya, dan berada di sebuah tempat yang asing. Lalu datang tangan-tangan manusia yang merawatnya, pemeriksaan dokter hewan, susu yang harus diminum, dan hari-hari panjang yang menuntut kesabaran.

Galaksi, rupanya, tidak pernah melewatkan waktu minum susunya. Ia menghabiskannya sampai tetes terakhir. Ia juga menyukai pisang dan buah naga.

Entah mengapa, mendengar kisah itu membuat saya langsung jatuh hati sama Galaksi.

Di antara sekian banyak kabar buruk yang kita dengar tentang hutan, tentang satwa yang kehilangan tempat tinggal, tentang kehidupan yang terputus sebelum sempat tumbuh, ternyata ada seekor bayi orangutan yang begitu bersungguh-sungguh menghabiskan susunya. Ada tubuh kecil yang perlahan menjadi lebih kuat. Ada kehidupan yang, meski sempat begitu rentan, terus bergerak menuju hari esok.

Galaksi tidak tahu, kalau kisahnya membuat seseorang, jauh dari hutan tempat ia belajar, merasa begitu bahagia hanya karena mengetahui bahwa ia tumbuh dengan baik.

Kabar terbaru tentang Galaksi yang saya baca beberapa hari lalu kembali membuat saya tersenyum.

Galaksi kini sibuk menjelajahi Sekolah Hutan bersama sahabat dekatnya, Feruza. Mereka berkejaran di antara pepohonan, bergulat di atas dahan, dan menjalani hari-hari yang nampaknya penuh petualangan seru.

Galaksi bahkan sudah bisa memanjat hingga sekitar delapan meter. Ia mulai pandai mencari makanan alami, termasuk manggis hutan dan liana.

Namun, rupanya, ia bukan hanya penjelajah cilik yang penuh rasa ingin tahu. Ia juga punya sisi usil. Dari atas dahan, ia sengaja menjatuhkan ranting-ranting kering ke arah teknisi atau ibu asuh yang melintas di bawahnya. Kadang-kadang, ia menggigit sepatu bot karet staf yang mengantarnya ke Sekolah Hutan.

Saya tertawa membayangkannya.

Membaca kabar tentang Galaksi rasanya seperti menerima cerita dari seorang sahabat lama. Ada saja hal baru yang ingin saya tahu. Apa yang ia lakukan hari ini? Seberapa tinggi ia memanjat? Apa dia masih menghabiskan susunya sampai tetes terakhir?  kali ini, siapa lagi yang menjadi sasaran keusilannya?

Mungkin itulah yang paling saya sukai dari mengadopsi Galaksi. Saya tidak sedang membawa seekor orangutan ke dalam kehidupan saya. Saya hanya sedang membuka sedikit ruang dalam kehidupan saya untuk mengikuti kisah seekor penjelajah cilik yang sedang tumbuh, belajar, dan mengenali dunianya sendiri.

Ada pula perasaan lega yang menyertai keputusan ini. Sebab di balik kisah Galaksi, ada orang-orang yang mengerjakan sesuatu yang begitu penting: merawatnya, mengamati perkembangannya, memberinya kesempatan untuk tumbuh, dan menunggu sampai ia cukup siap untuk melangkah lebih jauh.

Saya mengadopsi Galaksi melalui Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, sebuah lembaga yang bekerja dalam penyelamatan, rehabilitasi, dan konservasi orangutan.

Di tengah dunia yang sering terasa terlalu besar untuk diperbaiki, rasanya menenangkan mengetahui bahwa ada pekerjaan-pekerjaan nyata yang terus dilakukan, hari demi hari, oleh orang-orang yang mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk merawat kehidupan.



Harapan

Ketika kabar kebakaran hutan kembali membawa kecemasan tentang Kalimantan, perasaan tidak berdaya selalu datang.

Kita membaca berita, melihat gambar, mengikuti perkembangan, lalu mendapati diri sendiri kembali pada pertanyaan yang tidak mudah dijawab: apa ya yang bisa saya lakukan?

Bohong kalau mengatakan mengadopsi seekor orangutan dapat menyelesaikan persoalan sebesar itu. Kebakaran hutan, kehilangan habitat, dan ancaman terhadap kehidupan satwa liar membutuhkan kerja panjang: perlindungan habitat, penegakan hukum, pemulihan ekosistem, serta perubahan yang jauh melampaui tindakan seorang individu.

Tapi, mengambil bagian untuk berperan, sekecil apa pun, memang membantu membuat hati terasa lebih lega dan ringan. 

Galaksi mengingatkan saya pada sesuatu yang luas. Pada galaksi-galaksi di ruang angkasa, yang begitu jauh sehingga mungkin tak akan pernah bisa kita sentuh. Kita hanya dapat mengamati cahayanya, mengikuti pergerakannya, dan membiarkan keberadaannya mengubah sedikit cara kita memandang dunia.

Saya tidak tahu apakah suatu hari nanti saya akan melihat Galaksi secara langsung. Mungkin saya hanya akan terus mengenalnya melalui kabar-kabar singkat tentang perkembangannya, melalui cerita tentang sahabatnya, Feruza, atau tingkah usilnya di antara pepohonan Sekolah Hutan.

Tapi hari ini, saya punya satu alasan untuk merasa lebih dekat dengan dunia yang ingin saya jaga. Galaksi membuat saya merasa bahwa harapan akan bumi yang lebih baik, masih punya ruang untuk tumbuh. ***

No comments:

Post a Comment