Showing posts with label lifestyle. Show all posts
Showing posts with label lifestyle. Show all posts

Sunday, July 22, 2018

Cara Ampuh Menghindari Minyak Jelantah


minyak goreng

SUATU hari, mamah mertua di dapur rumah saya mencari-cari wadah untuk menampung minyak dari makanan yang baru saja digoreng. Saya bilang, bebas saja pakai wadah yang mana pun, soalnya saya gak punya wadah khusus untuk minyak bekas, karena gak ingin ada jalantah.

Kalau disediakan wadah untuk menampung minyak bekas menggoreng, pasti saja akan ada jalantah. "Suka bingung soalnya nanti jelantahnya dikemanain mah," kata saya.

"Ih, mamah mah gak pernah ada jalantah kalau masak," kata mamah. Saya tercengang.

Sunday, July 8, 2018

Fakta Pahit Susu Kental Manis, Motivasi untuk Zero Waste

susu


SUSU kental manis dinyatakan tak mengandung susu. Kabar ini ramai jadi pemberitaan di berbagai media massa, sejak sekitar Rabu, 4 Juli 2018 lalu.

Menarik sekali bagaimana semesta berkonspirasi. Berapa hari sebelumnya, saya baru saja bertekad tidak lagi beli susu kemasan. Ini setelah saya baru mempelajari tentang betapa tidak bermanfaatnya susu kemasan, bukan hanya susu kental manis, tapi semua susu kemasan.


Monday, July 2, 2018

Zero Waste Harus Vegetarian?


vegetarian

"Apakah mungkin vegan diterapkan di Indonesia? Apakah mungkin masyarakat Indonesia menerapkan gaya hidup vegan? karena mengonsumsi daging atau dairy product itu menyumbang sampah dan limbah yang sangat besar, selain juga masalah animal cruel,"

Kira-kira demikian pertanyaan seorang mahasiswa kepada saya, dalam sebuah kesempatan sesi sharing di Universitas Padjadjaran maret lalu. Sebelum menjawab, saya balik bertanya. Kamu vegetarian? Iya, jawabnya.


Wednesday, June 20, 2018

Cara Mudah Membuat Kompos Daun Kering


Kompos daun kering


SAYA masih ingat, beberapa bulan lalu dirundung sedih tak terhingga. Waktu itu, sedang ada Mamah di rumah, berkunjung selama beberapa hari. Bukan, bukan sedih karena didatangi Mamah.

Tapi karena waktu pulang kerja, saya mendapati dua karung besar daun kering yang sedang saya kompos, ada di luar pagar rumah, bukan lagi di halaman. Mereka dibuang. Saya segera tahu, ini pasti dibuang Mamah.

"Meni Hareurin (Sempit-red) atuh da," katanya.


Thursday, May 17, 2018

Zero Waste Adventure Journal: Ramadan Tanpa Sampah


foto oleh: Mega A. Noviandari

SATU minggu sebelum puasa, saya sudah mempersiapkan membeli kurma. Kurma yang saya pilih, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kurma kemasan dus ukuran 1kg yang saya beli di teteh saya, yang kebetulan suka berjualan kurma ini setiap Ramadan. Hehe bukan promosi ya, tapi kalian juga sebaiknya prioritaskan membeli barang jualan teman atau keluarga. Tapi tentunya yang sesuai kebutuhan.

Selain kurma, saya juga beli minyak goreng yang kebetulan habis sebelum bulan puasa. Minyak goreng saya pilih yang kemasan jerigen 5 liter. Ini cukup untuk berbulan-bulan karena saya tidak pakai banyak saat memasak, dan juga menghindari deep fried (menggoreng dengan banyak minyak) supaya tidak ada minyak bekas (jalantah).

Paradigma zero waste untuk menekan jumlah produksi sampah, sebenarnya sejalan dengan esensi Ramadan itu sendiri. Yakni untuk menekan hawa nafsu, dan tidak makan atau mengonsumsi secara berlebihan.

Tuesday, May 15, 2018

Tips Ramadan Tanpa Sampah (Zero Waste Ramadan)


Kurma


Ramadan sejatinya menahan hawa nafsu. Dan sampah yang kita hasilkan selama bulan Ramadan, boleh jadi salah satu representasi hawa nafsu kita yang belum berhasil kita kendalikan. Hawa nafsu konsumerisme berlebihan. Ini sih dalam pandangan saya, yang mungkin teman-teman tidak sepakat :).

Kita bisa kok melewati bulan Ramadan dengan tanpa menghasilkan sampah. Dan dengan menerapkan paradigma zero waste, secara gak langsung kita juga akan lebih mengendalikan hawa nafsu konsumerisme, dan bonusnya adalah Ramadan yang lebih sehat karena makanan yang dikonsumsi juga lebih sehat.


Monday, March 5, 2018

Zero Waste Mengolaborasi Berbagai Gaya Hidup Sehat



PERNAH suatu hari, seorang teman memperlihatkan sebuah video tentang gaya hidup minimalis. "Kamu coba minimalis juga gak pit,?" tanyanya. Saya jawab, ya, saya lagi mulai mencoba ke arah sana. Salah satunya dengan tidak membeli barang-barang lagi, apalagi barang baru. Buy Nothing.

Di hari lain, seorang teman lainnya memperlihatkan artikel tentang betapa positifnya gaya hidup vegetarian. "Kalau kamu vegetarian gak pit? kan zero waste," tanyanya. Saya jawab, Vegetarian sih enggak, tapi memang jadi lebih banyak makan sayur. Tapi saya masih mengkonsumsi daging, terutama kalau makan di luar, dan satu hal yang tidak bisa saya tolak adalah kenikmatan rendang padang. Secara pribadi, saya tidak merasa perlu mengharamkan makan daging, kecuali yang diharamkan dalam Islam.

Lain harinya lagi, seorang teman berbagi pengalamannya tentang anti-MSG. Di rumah, ia tidak pernah memasak memakai penyedap rasa, micin, dan lainnya yag mengandung MSG.

"MSG gak baik untuk kesehatan. Anakku ku jauhin dari MSG. Kamu zero waste juga akhirnya jadi anti MSG ya," katanya. Saya jawab, dibilang anti banget kayaknya naif ya. Karena kalau saya jajan makan di luar, tentu ada MSG di dalamnya. Tapi kalau di rumah, iya, saya selalu pake bumbu hanya gula, garam, merica. Lainnya ya bawang-bawangan dan rempah-rempah.

Secara prinsip, zero waste memang gaya hidup yang menekankan pada minimalisasi produksi sampah. Tapi ternyata dengan prinsip tersebut, pada akhirnya membuat gaya hidup ini berkorelasi dan bahkan mengolaborasi berbagai gaya hidup sehat lainnya. Menurut saya, setidaknya berkaitan dengan beberapa gaya hidup ini:

Wednesday, December 13, 2017

Kompos Kurangi 50 Persen Sampah, Sebuah Pembuktian

Kompos.
Setiap kali membuka pagar rumah di pagi hari, pandangan saya selalu otomatis menengok ke pagar-pagar rumah tetangga. Di pagar-pagar tiap rumah tergantung kantong-kantong plastik berisi sampah dengan jumlah yang berbeda-beda.

Dalam satu minggu, setidaknya dua kali petugas sampah rutin mengangkut sampah-sampah warga. Kadang ketika berhalangan dan hanya bisa satu kali dalam seminggu mengangkut sampah, jumlah kantong plastik yang menggantung di pagar-pagar rumah itu langsung menumpuk drastis jumlahnya.

Sering sekali, sepanjang yang saya perhatikan, plastik sampah kembali menggantung di pagar hanya sehari setelah petugas sampah baru saja mengangkutnya.

Tuesday, June 13, 2017

Kelahiran Pertama!




"Hai.. Selamat pagi!
Selamat ya atas terbit bukunya
Boleh aku pesan dan bole tau harganya per piece?
Salam, Janti" 

Sebuah pesan masuk di akun Line saya pagi itu. Dengan posisi badan masih berbaring di balik selimut, dan mata memicing digelayuti kantuk saya mencoba membaca pesan itu baris demi baris. Janti? tunggu dulu...

Saturday, March 5, 2016

Plastik Berbayar : A Wind Of Change


Satu tempat yang saya pikir nyaris tidak mungkin berbelanja dengan menolak kantong plastik adalah toko buku. Selama ini toko buku selalu mewajibkan buku yang kita beli dimasukan dalam kantong plastik, yang kemudian 'disegel' dengan struk pembayaran. Sebagai bukti bahwa kita sudah membeli buku tersebut.

But it's so yesterday. Semua berubah setelah negara api menyerang. Hal yang saya kira nyaris tidak mungkin, ternyata menjadi mungkin setelah pemerintah menerapkan peraturan kantong plastik berbayar. Ya, sekarang toko buku seperti Gramedia bahkan mau melayani kita membeli buku tanpa menggunakan kantong plastik!

Buku yang saya beli hanya diikat dengan karet dan ditempel struk pembayaran

Monday, December 7, 2015

Manfaat Gaya Hidup Zero Waste

Photo by it's me neosiam


1. MINIM SAMPAH

Sesuai artian harfiahnya, gaya hidup Zero Waste bertujuan meminimalisir produksi sampah. Dengan menolak botol Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), kantong plastik, dan juga makanan dalam kemasan otomatis produksi sampah di rumah menjadi berkurang.

Wednesday, November 26, 2014

Tips Memulai Gaya Hidup Zero Waste


bumi

SUDAH mulai penasaran dan cari-cari info soal apa itu zero waste, tapi bingung mulai dari mana? Banyak yang bertanya dan tertarik dengan gaya hidup ini, tapi men-judge dirinya sulit untuk mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau kamu sih bisa. Aku sih susah, soalnya kan apa yang kita makan, sampe produk-produk rumah tangga kebanyakan semuanya pake kemasan." Rata-rata selalu begitu sih ungkapan temen-temen yang sebenernya tertarik tapi ragu buat menerapkan zerowaste sebagai gaya hidupnya.

Thursday, June 5, 2014

Blender Bekas vs Satria Baja Hitam

Happy world environment Day!
Selamat hari lingkungan hidup seduniaaa..

5 Juni ditetapkan sebagai hari lingkungan hidup sedunia oleh PBB pada 1972 lalu. Tepatnya pada saat membuka Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm. Kenapa harus ada peringatan ini? PBB berharap dengan ada peringatan ini setiap tahunnya bisa lebih meningkatkan kesadaran global tentang lingkungan.

Jadi, di tanggal 5 Juni 2014 ini sudah sejauh mana kesadaran kita akan lingkungan? Karena memperingati bukan sekedar mengucapkan "Happy bla bla bla" aja loh, tapi cobalah refleksi diri udah ngapain aja sih buat lingkungan ini agar tetap lestari.

Gak perlu muluk-muluk ingin menyelesaikan permasalahan global yang ada seputar lingkungan. Seperti sebuah mural yang pernah saya baca di salah satu sudut tembok jembatan layang Pasupati, Bandung tertulis "Global Problem, Local Solution".

Tuesday, October 15, 2013

Composter Sederhana

Satu benda yang "its a must" banget sekali pisan untuk memulai gaya hidup #zerowaste itu adalah composter. Kenapa? karena composter membantu mengurangi produksi sampah rumah tangga sampe 50 persen.. Wuiihhh keren beud kan..

Ko bisa? iya.. composter fungsinya meng-kompos sisa-sisa makanan, atau sampah basah/ organik lainnya sisa memasak. Jadi,, dengan punya composter di rumah, kita udah gak akan lagi buang sampah basah/organik! Cuma sampah kering doaaaang..